We are conservation team from the Primastoria StudioOur team has planned operational procedures for packing, transportation, conservation and restoration work at the laboratory.  The Studio Manager has with more than 8000 hours attended education and more 20 years conservatorial experience.

Pekerjaan konservasi dan restorasi lukisan di Studio Primastoria dilengkapi dengan sistem dokumentasi digital. Di sini data klimatologi, kondisi fisik lukisan, bahan dan deskripsi teknisnya diuraikan dalam bentuk database, sehingga pihak pelaksana pekerjaan dimungkinkan memberikan saran dan rekomendasi kepada pengelola lukisan. Ribuan lukisan yang pernah ditangani Studio ini, diantaranya karya: Affandi, Antonio Blanco, Basuki Abdullah, C.L. Dake Jr., Constantin Makowsky, Dullah, Ernest Dezentje, Harijadi, Hendra Gunawan, Kartono Yudhokusumo, Lee Man-fong. Le Mayeur, Nyoman Gunarsa, Popo Iskandar, Raden Saleh, Roland Strasser, Rudolf Bonnet, Srihadi Sudarsono, S. Sudjojono, Trubus S., Wakidi dan lain-lain. Karya-karya lukisan yang ditangani dirunutkan secara kronologis, untuk mengetahui perkembangan teknis dan penggunaan bahannya. Sebagai contoh, karya Dullah tahun 1932, 1950, 1953 dan tahun 1961 dapat dilihat bahwa lukisan yang dibuat tahun 1932 menampakkan tingkat kerusakan yang terparah. Dullah secara teknis mengalami peningkatan kualitas pengerjaan dan bahan yang digunakan (perhatikan lukisan tahun 1932 dan 1950). Tetapi secara fisik penggunaan corak warna tidak ada perbedaan antara tahun 1932 sampai 1961.

Untuk mengetahui hubungan antara Organisasi (kewenangan) dan Profesi (Kompetensi/ Profesionalisme) Konservasi di Museum.

visit us at:   primastoria.net

Alamat: Taman Alamanda Blok BB2 No. 55-59, Bekasi 17510
Tel. (021) 2210 2913.  Mobile|Line|WA: 0812 8360 495
Email: primastoria@outlook.com
Iklan

An introduction to Konstantin Egorovich Makovsky [also known as Konstantin Yegorovich Makovsky or Constantin Makowsky or Konstantin Makovskij; Russian, 1839-1915].  Best known as a painter of peasant scenes and founding member of the revolutionary movement known as the “Wanderers,” Makovsky established himself early on as a champion of Russian subject  matter. Entering the Imperial Academy in St. Petersburg – the only avenue for aspiring artists in the tightly controlled Czarist state in 1858, Makovsky took an active part in an unprecedented rebellion against the authorities in 1863 and, with thirteen other students, formed the Artel’ Khudozhnikov, an independent artists’ cooperative. The Artel‘ advocated freedom from Academic rules and subject matter and members saw themselves as part of a new moral and rational order.

 

 

Portrait of Grand Duchess Maria Nikolayevna

[1905, 133 x 84 cm, Oil on Canvas]

Maria Nikolayevna (1878-1918) was the third of the four daughters of Nicholas II and Alexandra Fyodorovna. All four daughters were close friends, but Maria Nikolayevna was the darling of them all. They helped to take care of their brother Tsesarevich Alexey, who suffered from hemophilia. According to Alexey’s tutor Pierre Gilliard, who remained with the imperial family in exile until very shortly before they were killed in Yekaterinburg, the princess was kind and modest and struck everyone with her bright beauty and healthy looks. Her sisters made fun of her kindness and called her Le bon gros Toutou.

 

 

 

 

Russian Beauty and Cat

[1865, 115 x 93 cm, Oil on Canvas]

Russian Beauty and Cat perfectly embodies the modified realism and dawning nationalism of mid-century Russian artists. A carefully painted Tartar woman loans out an ornately carved window frame. The elaborate jewelry of her adornments contrasts with the softness of her face and bare shoulders – a slightly sensual note accentuated by the contented, purring cat that she strokes.

 

Notes:

Hanya ada beberapa karya luar biasa yang seolah tanpa tanding. Dengan Artcyclopedia, kita mencoba untuk mencari tahu siapa itu “Konstantin Egorovich Makovsky“, lalu seperti apa dan dimana saja karya-karyanya.

Source: http://www.artcyclopedia.com/artists/makovsky_konstantin_egorovich.html

Pekerjaan konservasi dapat dilakukan apabila para tenaga teknis konservasinya dapat mengenal bahan pembentuknya dan jenis kerusakan yang dihadapi. Ini mengingat, hampir semua bahan organis sangat peka terhadap kondisi lingkungan, seperti kelembaban, suhu udara, radiasi cahaya dan polusi udara. Disamping interaksi bahan-bahan pembentuknya (faktor internal), benda tersebut juga dapat mengalami kerusakan karena bahan atau cara penanganan konservasi yang tidak tepat.

Konservasi koleksi menurut American Association of Museums (AAM 1984:11) dirujuk kedalam 4 tingkatan. Pertama, adalah perlakuan secara menyeluruh untuk memelihara koleksi dari kemungkinan suatu kondisi yang tidak berubah; misalnya dengan kontrol lingkungan dan penyimpanan benda yang memadai, didalam fasilitas penyimpanan atau displai. Kedua adalah pengawetan benda, yang memiliki sasaran primer suatu pengawetan dan penghambatan suatu proses kerusakan pada benda. Ketiga adalah konservasi restorasi secara aktual, perlakuan yang diambil untuk mengembalikan artifak rusak atau ‘deteriorated artifact’ mendekati bentuk, desain, warna dan fungsi aslinya. Tetapi proses ini mungkin merubah tampilan luar benda. Keempat adalah riset ilmiah secara mendalam dan pengamatan benda secara teknis.

Kesimpulan dari keempat tingkatan konservasi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tingkat I dan II merentangkan pendanaan yang luar biasa besar tetapi menghasilkan jumlah koleksi terbanyak. Tenaga teknis konservasi yang terlatih dibawah supervisi konservator biasanya mampu melaksanakan tugas ini, dan
  2. Tingkat III dan IV biasanya diperuntukkan pada pekerjaan-pekerjaan yang cukup penting, yang mana memerlukan cukup biaya dan waktu; serta memerlukan keahlian konservator yang terlatih secara profesional.

Lodewijks and Leene (1972: 138) menyimpulkan bahwa metode konservasi dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni:

  1. Metode restorasi yang secara prinsip diarahkan pada pengembalian kekondisi aslinya, dan
  2. Metode konservasi yang dimaksudkan untuk melestarikan the status quo (keadaan tetap pada suatu saat tertentu).

Dengan pengertian diatas, jika ada sebuah benda yang berbahan dasar rapuh yang menampilkan beragam hiasan, maka bahan dasar itu dapat diganti dengan bahan baru yang identik dengan aslinya. Pekerjaan itu dapat dikategorikan sebagai metoda konservasi, karena bahan dasar yang digantikan hanya berfungsi sebagai pembawa (carrier). Langkah tersebut tidak dilakukan jika bahan dasar yang masih kuat atau dipertimbangkan sebagai memiliki nilai sejarah seni (historical art).

Pilihan antara restorasi dan konservasi terletak pada faktor rasional, sebagian lagi dari faktor irasional seperti estetika dan pertimbangan lain. Ketika sebuah benda mewakili suatu fungsi, seperti sering ada pada suatu keadaan, seperti misalnya lukisan yang menghiasi dinding-dinding suatu ruangan di istana, balai-balai kota, dan tempat-tempat tinggal sepertinya lebih cocok untuk diarahkan pada metode restorasi. Pada benda-benda koleksi museum yang pada umumnya tidak memiliki representasi fungsi, metode konservasi sebaiknya diputuskan dengan hati-hati.

Pada umumnya, konservasi dimulai dengan pembersihan, sebab kotoran dipertimbangkan sebagai bahan yang berbahaya. Tetapi, kadang-kadang permintaan konservasi bisa menjadi konflik dengan persyaratan-persyaratan spesimen tertentu. Misalnya, noda darah dipertimbangkan sebagai materi yang berbahaya, karena darah mengandung unsur besi yang berfungsi sebagai katalis proses kerusakan secara kimiawi. Tetapi noda darah yang terdapat pada pakaian seorang tokoh yang terbunuh misalnya, yang memiliki bukti sejarah, tentunya tidak dapat dihilangkan.

 Memahami lukisan baik secara fisik (lihat gambar animasi diatas) atau substansial (“subject matters“, seniman, dll.) menjadi suatu syarat bagi seorang konservator ataupun kurator lukisan. Melalui pengamatan yang cermat (didukung dengan peralatan dan keahlian dibidang ilmu bahan), pencarian “identitas” dan “penyebab kerusakan” dari suatu karya lukisan mungkin dilakukan. 

 

 
 
Alamat:
Alamat: Taman Alamanda Blok BB2 No. 55-59, Bekasi 17510
Tel. (021) 2210 2913.  Mobile|Line|WA: 0812 8360 495
Email: primastoria@outlook.com